Penataan SKPD di Bantul mulai 2017

0 komentar

Setelah di penghujung tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Bantul Bantul melakukan perubahan besar-besaran  Penataan Pegawai Negeri Sipil sebagai hasil tindaklanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, langkah selanjutnya adalah melakukan perubahan SKPD

SKPD yang terkait pendidikan adalah pembentukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantul yang merupakan peleburan Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal. 

Terkait dengan kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul berubah menjadi Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bantul.

Alamat Website BKPP Bantul adalah : https://bkpp.bantulkab.go.id/

Baca seterusnya »

"Kalau berjalan prok prok prooooook" teriak mereka.

0 komentar

        Deru langkah penuh semangat terlihat saat dari siswa-siswi SD Dlingo ikut memeriahkan gegap gempita HUT Kemerdekaan RI ke 71 di kecamatan Dlingo beberapa pekan yang lalu. Walaupun terik panas matahari tiada mematahkan semangat mereka yang tetap kompak melangkah melahap rute gerak jalan yang memang tergolong sangat jauh bagi anak-anak. Mereka memang anak-anak yang luar biasa. Medan yang sulit dan jarak tempuh yang jauh sudah menjadi makanan sehari-hari. Jarak sekolah dengan rumah rata-rata lebih dari 1 Km mereka tempuh dengan berjalan kaki. Berjalan bersama-sama, sambil bersenandung tentulah jarak yang jauh tidak  terasa.
         
Olahraga jalan atau lebih dikenal sebagai gerak jalan, kini semakin banyak diminati. Tidak hanya di kota-kota besar, orang tua maupun muda, pria maupun wanita, tiap pagi kalau cuaca cerah bisa kita lihat sering menyusuri jalan-jalan kota.

Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh diantaranya, untuk kesegaran dan kesehatan tubuh sangat tepat dilakukan melalui event gerak jalan karena mudah untuk dilakukan. 
 
Berikut beberapa manfaat dari berjalan kaki;

1. Setelah kita melatih gerak jalan ini secara bertahap, teratur, dan cukup lama, maka jumlah dan besarnya pembuluh-pembuluh darah kita akan bertambah, sehingga peredaran darah menjadi lebih efisien.

2.Olahraga gerak jalan ini akan menaikan elastisitas pembuluh-pembuluh darah jika tekanan darah kita naik.

3. Dengan melakukan aktivitas olahraga ini secara teratur, otot-otot dan sistem peredaran darah kita akan bekerja lebih efisien, yang berarti otot dan darah kita akan lebih sempurna mengambil, mengedarkan, dan menggunakan oksigen.

4. Jantung kita akan mendapat keuntungan karena juga kan bekerja lebih efisien, yaitu memompa darah lebih banyak dengan denyutan yang lebih jarang, serta akan lebih tahan terhadap kemungkinan serangan jantung.

5. Bertambah kuatnya ketahanan tubuh kita terhadap stress. Ini akam membuat kita kan lebih menikmati hidup ini, karena stress pasti muncul dalam kehidupan manusia dan akan terasa lebih pedih bila jasmani kita tidak aktif dan produktif.

6. Gerak jalan dapat menurunkan kadar lemak dalam darah, misalnya kolesterol dan trigliserida, sehingga bahaya pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah dapat dikurangi.

7. Aktivitas olahraga gerak jalan ini juga mengurangi terjadinya penggumpalan darah, sehingga kemungkinan tersumbatnya pembuluh-pembuluh darah yang menuju otot jantung akan berkurang.

8. kadar gula darah juga akan turun, sehingga mengurangi kemungkinan perubahan gula darah menjadi trigliserida atau lemak.

9. Gerak jalan dapat mengurangi kegemukan/obesitas dan resiko tekanan darah tinggi. Share

Baca seterusnya »

Menyentuh, Ini Isi Surat Pamit Anies Baswedan pada Seluruh Guru dan Kalangan Pendidik di Indonesia

0 komentar

Menyentuh, Ini Isi Surat Pamit Anies Baswedan pada Seluruh Guru dan Kalangan Pendidik di Indonesia
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berpamitan dengan pakar pendidikan Arief Rahman di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (27/7/2016). Presiden Joko Widodo mencopot Anies dan menggantinya dengan Muhadjir Effendy. 
TRIBUNJOGJA.COM - Anies Baswedan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya mengemban tugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Khususnya kepada para guru, tenaga pendidikan dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Ucapan terima kasih itu disampaikan Anies melalui sebuah surat yang ditulisnya pada Rabu (27/7/2016) pagi.
"Saya pamit kepada guru, kepada tenaga pendidikan, kepada kepala sekolah karena selama ini pun saya sering berkomunikasi langsung dengan mereka, jadi saya pamit," ucap Anies usai menyelenggarakan acara perpisahan bersama jajaran Kemendikbud.
Presiden Joko Widodo memutuskan mengganti jabatan Mendikbud. Jokowi memilih mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy.
Berikut isi surat tersebut:
"Kepada Yth, Ibu/Bapak Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selama 20 bulan ini saya mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dari Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan. Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini. Tugas besar ini mendasar karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita, masa depan bangsa tercinta.
Sejak bertugas di Kemendikbud. saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke sudut-sudut Nusantara, berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan. Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit Republik ini. Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar Pemerintah, saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa.
Ibu dan Bapak yang amat saya hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini. Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia. Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, ijinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata-hati tiap anak, tiap guru yang menjadikannya cerah.
Di hari terakhir saya bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ijinkan saya menyampaikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua. Harapan agar perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi tempat di mana anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik dirinya. Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi lbu dan Bapak semua. Ibu dan Bapak, teruslah bergandengan erat dengan orangtua, bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa depannya, menjawab tantangan jamannya, melampaui cita-citanya. Saya titipkan kepada Ibu dan Bapak Guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama, baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenangkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui pembiasaan dan praktik baik di sekolah.
lbu dan Bapak yang saya banggakan, Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh terhenti .Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan. Saya percaya itu semua akan dituntaskan.
Mari kita lanjutkan perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dari cipta lbu dan Bapak semua. Ijinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriring rasa terima kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada. Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhitiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini." (*)

Sumber :http://jogja.tribunnews.com/2016/07/27/menyentuh-ini-isi-surat-pamit-anies-baswedan-pada-seluruh-guru-dan-kalangan-pendidik-di-indonesia?page=1

Baca seterusnya »

Guru di Bantul Juga Bakal Dilarang Aktifkan Ponsel saat di Dalam Kelas

0 komentar

Guru di Bantul Juga Bakal Dilarang Aktifkan Ponsel saat di Dalam Kelas
net
ilustrasi 
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah melarang siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk membawa telepon seluler (ponsel) ke dalam kelas saat pelajaran, kini giliran para guru yang akan mendapatkan aturan serupa.
Dalam minggu ini, Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai larangan penggunaan ponsel bagi guru saat berada di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul, Totok Sudarto mengemukakan, larangan penggunaan ponsel bagi pelajar dan tenaga pengajar ini cukup beralasan. Hal ini, untuk menambah konsentrasi pada saat jam pelajaran berlangsung.
“Guru tidak boleh hanya duduk manis di dalam kelas. Harus jalan-jalan, memotivasi siswa, memberi pengarahan agar pelajaran benar-benar berjalan efektif. SE ini akan kami segera terbitkan pekan depan,” jelasnya, Rabu (1/6/2016).
Menurut Totok, meski ada pro kontra dalam penerapan SE ini di tahun ajaran baru 2016/2017, namun, pihaknya tidak begitu mempermasalahkan.
Pasalnya, larangan yang nantinya akan menyusul Peraturan Bupati (Perbup) nomor 155/02180 tentang larangan peserta didik membawa handphone (HP) ke sekolah ini, akan berujung positif bagi pendidikan di Bantul.
Disinggung banyaknya guru yang menggunakan ponsel sebagai sarana pembelajaran, Totok menegaskan, jika media pembelajaran bukan saja melalui ponsel.
Namun, masih ada banyak cara lain yang bisa dipergunakan oleh para guru, di antaranya, penggunaan ruang komputer di sekolah.
Totok juga meminta jangan sampai ada kecanduan penggunaan ponsel sebagai media pembelajaran, namun mengabaikan sisi-sisi negatif dari kontennya. Sejauh ini, pihaknya telah menemukan kasus penyalahgunaan penggunaan ponsel di kalangan siswa.
“Ada siswa kelas 7 SMP yang justru menggunakan HP di kelas untuk menyimpan gambar-gambar tidak senonoh. Ada juga yang tangan mereka tidak mencatat, namun sibuk bermedia sosial di laci meja, inilah yang kami hindari,” katanya. (*)

Sumber :http://jogja.tribunnews.com/2016/06/01/guru-di-bantul-juga-bakal-dilarang-aktifkan-ponsel-saat-di-dalam-kelas?page=2

Baca seterusnya »

SYAWALAN HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR SD DLINGO 1437 H / 2016 M

0 komentar
Syawalan atau Halal Bihalal keluarga besar SD Dlingo dilaksanakan pada Minggu, 10 Juli 2016 di Rumah Keluarga Bapak Totok Sudarto dan Ibu Hartattik Dwiningsih, S.Pd.SD di Pokoh 2, Dlingo, Bantul. Dihadiri oleh Dewan Sekolah, Kepala Sekolah, Dewan Guru Karyawan serta Guru dan karyawan yang telah pindah tugas dari SD Dlingo.

Pada kesempatan ini Kepala Sekolah, Bapak Subagya, S.Pd. menyampaikan makna Syawal adalah peningkatan, selain meningkat dalam hal ibadah juga meningkat dalam prestasi kerja dalam dunia pendidikan.

"Kami berharap dengan momentum ini SD Dlingo dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik" tegas beliau.

Ketua Dewan Sekolah, Bapak Sukir, S.Pd. memberikan sambutan bahwa dengan terciptanya jalinan komunikasi yang baik antara Dewan Sekolah dan Dewan Guru melalui salah satunya acara Syawalan ini dapat berimbas positif dalam kemajuan sekolah terhadap pencapaian prestasi anak didik.

Ibu Siti Zariyah, S.Pdi menyampaikan hikmah syawalan yaitu sebagai seorang pendidik harus bisa meningkat yaitu lebih rendah hati (tawadu'), mensyukuri nikmat dengan tindakan, mawas diri dan sifat serta sikap terpuji lainnya. (af)



Baca seterusnya »

KONTAK KAMI

0 komentar
http://wikimapia.org/21438187/id/SD-Negeri-Dlingo
http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/sekolah/D087DAFFC13675A4A478

Baca seterusnya »

PENGHARGAAN PEMDES DLINGO KEPADA SISWA BERPRESTASI SD DLINGO

0 komentar
Doc : Facebook Bahrun Wardoyo
Dlingo (2/7/2016) Suasana gembira terpancar dari para peserta didik dari jajaran SD/MI, SMP/MTs dan SMA di Desa Dlingo setelah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Desa Dlingo yang diberikan langsung oleh Bapak Bahrun Wardoyo Lurah Desa Dlingo. Para siswa didampingi oleh Kepala Sekolahnya.

Siswa peraih prestasi dari SD Dlingo adalah Fara Nila Sari, Tia, dan Salsabila didampingi oleh Bapah Haryono, S.Pd.

Pada kesempatan ini disampaikan kembali komitmen Pemerintah Desa Dlingo untuk keberhasilan pendidikan di Desa Dlingo. Sejak awal menjabat sebagai lurah dan dikuatkan kembali dengan komunikasi intensif terhadap sekolah-sekolah setaip tahunnya pemdes selalu memberikan penghargaan ini. Kegiatan ini bersamaan dengan santunan dan buka bersama siswa disabilitas dan siswa dari keluarga kurang mampu.

Terimakasih kepada Pemdes Dlingo Bapak Bahrun Wardoyo dan seluruh jajarannya untuk kemajuan pendidikan di Desa Dlingo khususnya SD Dlingo.

Baca seterusnya »